MERUYUNGAN

Rumah Resep Berlimpah Rempah

Sisi Positif dan Negatif Jeroan

Seberapa buruknya Jeroan (Oval Meat) bagi kesehatan?

Sumber: Prof Dr. Ir. Made Astawan, MS, Ahli Teknologi Pangan dan Gizi dari Departemen Ilmu dan Teknologi IPB

“Jeroan tidak aman dikonsumsi oleh penderita asam urat, karena kandungan purinnya sangat tinggi. Salah satu penyebab penyakit asam urat adalah makanan tinggi purin.”

“Salah satu strategi menyiasatinya adalah mengonsumsi jeroan bersama sayuran atau buah-buahan. Serat pangan pada sayuran dan buah sudah terbukti secara ilmiah dapat menurunkan kolesterol dalam darah.”

JEROAN, MAKANAN ATAU SAMPAH ?

Meskipun dianggap sebagai musuh kesehatan, jeroan merupakan bahan pangan yang kaya protein, vitamin, dan mineral yang diperlukan tubuh. Diperlukan kearifan untuk mengonsumsinya.

Bagi sebagian orang, makan soto babat, sup lidah sapi, gulai otak, paru goreng, atau sate hati merupakan kenikmatan tersendiri. Namun, bagi sebagian orang lain, jeroan sering dianggap sebagai biang kerok berbagai penyakit, seperti jantung koroner, stroke, atau asam urat. Itulah alasannya mengapa jeroan ini sering dihindari dan ditabukan.

BENARKAH JEROAN HARUS DIHINDARI ?

Jeroan adalah bagian-bagian organ dalam tubuh hewan yang sudah dijagai. Biasanya yang disebut jeroan adalah semua bagian, kecuali daging utama, otot, dan tulang. Tergantung budaya setempat, jeroan dapat dianggap sebagai sampah atau sebaliknya, justru sebagai bahan pangan yang mahal.

Di beberapa negara seperti Amerika, jeroan tidak biasa dikonsumsi manusia. Jeroan umumnya dibuang atau untuk pakan ternak karena dianggap membahayakan kesehatan. Namun, di beberapa negara Eropa, seperti Italia, Spanyol, Skotlandia, Yunani, Turki, dan Rumania, jeroan biasa diolah sebagai salah satu masakan tradisional yang menggugah selera. Di Inggris, jeroan biasa dimasak sebagai steik.

Di Jepang, jeroan ayam biasanya diolah sebagai campuran Yakitori, yaitu sate berbahan dasar daging ayam diselang-seling kulit, hati, jantung, atau ampela, yang dihidangkan bersama sake.

Di Brasil, ada menu bernama Churrasco, berupa jantung ayam panggang dan feijoada, yaitu rebusan kacang merah atau kacang hitam dicampur daging dan jeroan sapi. Di Lebanon, jeroan sangat populer dibuat nikhaai, yakni otak kambing berbumbu sebagai isi roti.

Hati-hati HATI

Jeroan sendiri terdiri dari berbagai bagian, yaitu hati, jantung, ginjal, lidah, usus, dan otak. Hati merupakan organ utama tubuh bagian dalam hewan. Senyawa beracun lebih banyak ditemui pada hati, dibandingkan dengan bagian tubuh lain. Sebab, hati merupakan tempat untuk menetralkan racun di dalam sistem pencernaan tubuh.

Bila ingin mengonsumsi hati, sebaiknya dicuci berulang kali hingga bersih dan direbus sampai matang, baru diolah. Ini penting untuk mengurangi kemungkinan bahaya. Hati ayam dan hati sapi berwarna merah agak kecokelatan, lembut, dan mudah hancur, tetapi bila dipanaskan akan mengeras. Jantung memiliki serabut, berukuran relatif kecil, lembut, dan berwarna merah kecokelatan.

Ginjal berwarna merah tua. Ginjal kambing memiliki satu cuping, sedangkan ginjal sapi dan lembu memiliki beberapa cuping. Ginjal hewan yang masih muda sangat lembut dan memiliki aroma khas, sedangkan ginjal hewan yang sudah tua lebih keras, terasa pahit, dan berbau amis menyengat. “Bila ingin mengonsumsi hati, sebaiknya dicuci berulang kali hingga bersih dan direbus sampaai matang, baru diolah. Ini penting untuk mengurangi kemungkinan bahaya.”

Babat merupakan bagian perut hewan ruminansia, seperti sapi. Babat segar berwarna putih kelabu atau krem kehijauan. Di pasaran ada babat berwarna putih bersih. Warna tersebut didapat melalui proses bleaching (pemutihan) menggunakan bahan kimia sintetis. Bila tidak hati-hati bisa menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan.

Lidah berwarna merah jambu atau abu-abu. Umumnya diselimuti membran muskus yang tebal dan bertekstur kasar. Sebelum diolah, membran lebih dulu dihilangkan dengan cara mengulitinya. Lidah sapi jauh lebih besar dan tebal, beratnya 2-3 kg.

Usus merupakan organ pencernaan, bermula dari ujung lambung hingga anus. Usus terdiri dari dua bagian, yaitu usus kecil dan usus besar. Usus sapi berwarna merah kecokelatan, usus ayam kuning kecokelatan. Usus mudah rusak dan terkontaminasi penyakit. Bila tak segera dibersihkan dari sisa kotoran lebih dari empat jam setelah disembelih, usus sudah tak layak dikonsumsi. Otak merupakan jenis jeroan paling digemari. Teksturnya lembut berwarna putih keabu-abuan. Umumnya otak sapi dan kambing yang banyak diolah menjadi gulai.

CEGAH ANEMIA

Secara umum, jeroan sangat banyak mengandung zat gizi, di antaranya protein, lemak, vitamin, dan mineral. Vitamin utama yang banyak terdapat pada jeroan adalah B kompleks, terutama vitamin B12 dan asam folat. Selain itu, hati juga kaya akan vitamin A. Mineral pada jeroan di antaranya zat besi, kalium, magnesium, fosfor, dan seng. Kandungan zat gizi per 100 g jeroan dapat dilihat pada tabel 1.

Pada Tabel 1 dapat dilihat jeroan merupakan sumber protein hewani yang sangat baik dan lengkap karena mengandung semua asam amino. Meskipun dianggaap sebagai junk food, nilai protein jeroan tak kalah dari daging sapi (20 g/ 100 g), daging lembu (16 g / 100 g ), ataupun daging babi (14 g/ 100 g).

Protein sangat dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan ataupun penggantian sel tubuh yang sudah rusak. Anggapan bahwa protein hanya dibutuhkan anak-anak tidaklah benar, sebab orang dewasa walau berhenti tumbuh memerlukan protein untuk pergantian sel.

PELIHARA SARAF

Jeroan juga sangat baik untuk memelihara sel-sel saraf agar berfungsi optimal. Kandungan vitamin B12 pada jeroan daapat mengurangi potensi gangguan sistem kerja sel-sel saraf, sehingga dapat menurunkan risiko terjadinya gangguan memori pada ptak.

Jeroan juga sangat baik untuk mencegah anemia. Anemia diakibatkan kekurangan asam folat dan zat besi.Asam folat merupakan bahan esensial untuk sintesis DNA dan RNA yang penting untuk metabolisme inti sel, termasuk sel darah merah. Sementara itu, zat besi merupakan unsur penting dalam pembentukan sel darah merah.

Bila terjadi gangguan dalam pembentukan sel darah merah, kadar hemoglobin (Hb) dalam darah tidak normal. Kondisi ini membuat fungsi Hb sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh terganggu. Akibatnya tubuh lemah, letih, lesu, dan muka pucat. Dalam kondisi semacam ini, mengonsumsi hati dan ginjal sangat dianjurkan mengingat kandungan asam folat dan zat besinya paling baik.

Kandungan seng dan vitamin A pada hati sangat baik untuk memelihara kesehatan jaringan epitel, termasuk endotelium pembuluh darah. Kedua zat gizi tersebut dapat membantu mencegah kerusakan pembuluh darah. Riset membuktikan vitamin A dan seng secara signifikan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

DIPERLUKAN IBU HAMIL

Jeroan, terutama hati sapi, kaya akan kolin. Di dalam 3,5 oz hati sapi terkandung kolin sebanyak 532 mg, lebih banyak dari satu butir telur, yang hanya 282 mg. Kolin berperan penting di dalam tubuh, khususnya untuk perkembangan fungsi otak. Hal ini berhubungan dengan fungsi kolin sebagai komponen asetilkolin yang berfungsi sebagai pengantar sinyal saraf.

Asupan kolin yang cukup akan membantu kerja sinyal saraf pada otak, sehingga dapat memperkuat daya ingat anak-anak dan bisa menghindari kepikunan di usia lanjut. Selain itu, asupan kolin yang cukup saat kehamilan mengurangi risiko kematian sel pada janin, yang berarti mengurangi risiko bayi cacat dan keguguran.

Penelitian Meck dan William (1999) merekomendasikan pemberian makanan kaya kolin dilakukan sejak umur janin 20-25 minggu. Sementara asupan kolin pada saat menyusui dilakukan untuk mendukung perkembangan otak bayi secara optimal. Penelitian Ladd dkk (1993) menganjurkan agar kolin juga dikonsumsi oleh mereka yang sedang dalam tahap pertumbuhan maupun kaum lanjut usia. Mereka yang berada pada usia produktif juga wajib mengonsumsi kolin untuk mempertahankan fungsi otak agar tetap bugar. Kolin juga dapat memperbaiki memori otak yang rusak akibat proses penuaan.

IMBANGI DENGAN SAYUR DAN BUAH

Meskipun jeroan baik, kandungan kolesterolnya sangat tinggi. Hal ini tentu sangat berbahaya, apalagi bagi mereka yang sudah berusia lanjut dan cenderung obesitas. Salah satu strategi menyiasatinya adalah mengonsumsi jeroan bersama sayuran atau buah-buahan. Serat pangan pada sayuran dan buah sudah terbukti secara ilmiah dapat menurunkan kolesterol dalam darah.

Jeroan tidak aman dikonsumsi oleh penderita asam urat karena kandungan purinnya sangat tinggi. Salah satu penyebab penyakit asam urat adalah makanan tinggi purin. Tubuh telah menyediakan 85 persen senyawa purin untuk kebutuhan tubuh harian, sehingga tambahan dari makanan hanya 15 persen. Masalahnya, seringkali konsumsi purin berlebihan, sehingga ginjal tak dapat mengatur metabolismenya dengan baik.

Makanan sehari-hari kita umumnya mengandung 600-1.000 mg purin. Bila menderita asam urat akut, disarankan kandungan purin dalam menu sehari-hari 100-150 mg. Kandungan purin pada jeroan dapat dilihat pada tabel 2. Bila kadar asam urat penderita lebih dari ukuran normal (di atas 7 mg/dl), dianjurkan menghindari jeroan. Bahkan, jika melebihi 10 mg/dl dibarengi dengan pembengkakan sendi, sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang mengandung purin sama sekali, termasuk daging-dagingan.

Mengingat jeroan bermanfaan sekaligus berbahaya, sebaiknya jeroan jangan digandrungi, tetapi juga jangan dihindari, terutama bagi yang tidak menderita asam urat atau pun kolesterol tinggi. Konsumsilah jeroan secara bijak.

SEGERA DIMASAK

Selain itu, pilihlah yang masih segar, sebab jeroan mudah sekali rusak. Jeroan segar berwarna yang sama seperti ketika pertamakali dipotong, lembab dengan permukaan tidak berlumpur, beraroma segar, dan tidak terendam air. Hindari jeroan dengan ciri-ciri seperti tercantum Tabel 3 karena sudah mengalami kerusakan.

Jeroan yang sudah dibeli hendaknya segera diolah. Gunakan air perasan jeruk nipis atau lemon untuk menghilangkan bau amis. Jika tidak segera diolah, masukkan jeroan ke dalam lemari pendingin, tetapi jangan lebih dari satu atau dua hari. Penyimpanan jeroan harus dilakukan secara terpisah dari bahan pangan lainnya. Sebaiknya jeroan dibungkus dengan aluminium foil dan disimpan didalam lemari pembeku (freezer) agar lebih tahan lama.

Sebaiknya jeroan tidak disajikan dengan cara disantan, digoreng, atau dipanggang karena kandungan lemaknya sudah sangat tinggi. Untuk mengurangi kandungan purin, lemak, dan kolesterol, proses perebusan dapat menjadi pilihan. Namun, air rebusan jangan ikut dikonsumsi. Jeroan, terutama hati, juga baik digunakan sebagai campuran pada makanan balita karena besar manfaatnya dalam membantu proses pertumbuhan

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai pemahaman tentang hal ini, dapat dibaca di majalah gratis Sehat Indonesiaku yang akan diterbitkan pada penghujung tahun 2012.

TULISAN LAINNYA MENGENAI POSITIF DAN NEGATIF JEROAN

Positif Dan Negatif Jeroan(oval Meat)

Di Indonesia jenis jeroan sangat populer dikomsumsi oleh masyarakat kalangan bawah, yang biasa dikonsumsi yaitu berupa usus, hati, babat, lidah, jantung, dan otak,mungkin harga yang relatif lebih murah dibanding daging menjadi penunjang masyarakat Indonesia yang pada umumnya berekonomi rendah untuk mengkonsumsi jenis bahan makanan ini.

Di negara maju jeroan merupakan sampah karena merupakan sumber berbagai penyakit yang berbahaya bagi tubuh, Kandungan zat gizi yang terdapat dalam daging dan jeroan itu hampir sama yaitu diantaranya karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Hanya yang membedakan adalah jeroan mengandung kolesterol yang sangat tinggi dan beberapa jenis jeroan mengandung kolesterol yang sangat tinggi terutama otak, hati dan usus.

Kolesterol adalah sejenis lemak kuning yang berfungsi sebagai pembuat hormon reproduksi dan fungsi seksual,dalam hati juga kolesterol sangat dibutuhkan sebagai bahan dasar pembuatan asam empedu.

WHO menganjurkan mengonsumsi kolesterol tidak boleh lebih dari 300 mg per hari,kadar kolesterol yang tinggi sekitar 5 mmol/liter darah berakibat tidak baik bagi kesehatan karena memicu munculnya berbagai penyakit, seperti penyakit jantung koroner atau stroke, karena menyebabkan plak pada pembuluh darah arteri sehingga terjadi penyempitan yang disebut atherosklerosis.

Jenis penyakit ini tentu sangat dihindari karena susah untuk disembuhkan,jeroan juga kaya akan

kandungan purin, bagian dari protein yang harus dihindari penderita asam urat,meskipun jeroan baik, kandungan kolesterolnya sangat tinggi,hal ini tentu sangat berbahaya, apalagi bagi mereka yang sudah berusia lanjut dan cenderung obesitas.

Salah satu strategi menyiasatinya adalah mengonsumsi jeroan bersama sayuran atau buah-buahan,serat pangan pada sayuran dan buah sudah terbukti secara ilmiah dapat menurunkan kolesterol dalam darah.

Tubuh telah menyediakan 85 persen senyawa purin untuk kebutuhan tubuh harian, sehingga tambahan dari makanan hanya 15 persen. Masalahnya, seringkali konsumsi purin berlebihan, sehingga ginjal tak dapat mengatur metabolismenya dengan baik.

Makanan sehari-hari kita umumnya mengandung 600-1.000 mg purin. Bila menderita asam urat akut, disarankan kandungan purin dalam menu sehari-hari 100-150 mg,mengingat jeroan bermanfaat sekaligus berbahaya, sebaiknya jeroan jangan digandrungi, tetapi juga jangan dihindari, terutama bagi yang tidak menderita asam urat atau pun kolesterol tinggi,konsumsilah jeroan secara bijak.

Segi Positif Dari Jeroan

Meskipun banyak mengandung kolesterol, namun jerohan juga mempunyai manfaat bagi kesehatan diantaranya :

1.Mencegah dan Mengatasi Anemia

2.Menyehatkan Otak

Jeroan terutama hati, jantung, dan ginjal banyak mengandung vitamin B yang berguna bagi kesehatan otak.

3.Baik Bagi Ibu Hamil

Ibu hamil termasuk ke dalam kelompok rawan gizi. Kekurangan gizi yang terjadi selama masa kehamilan dapat berdampak cukup besar terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan janin. Asam folat dan zat besi merupakan zat gizi yang berperan. karena biasanya ibu hamil cenderung mengalami defisiensi kedua jenis zat gizi tersebut.

4.Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Zinc dan vitamin A pada sebagian jeroan sangat baik untuk memelihara kesehatan jaringan epitel termasuk endotelium pada pembuluh darah. Kedua zat gizi tersebut membantu mencegah kerusakan pembuluh darah dan dikatakan oleh beberapa ahli bahwa vitamin A dan zinc secara signifikan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Segi Negatif  Dari Jeroan

Meskipun Jeroan mempunyai segi positif dan sangat nikmat untuk disantap, tetapi jangan terlena, karena bahaya mengintai Anda. Konsumsi jeroan berlebih dan tidak tepat dapat berakibat buruk.

1.Kandungan Kolesterol

Beberapa jenis jerohan mengandung kholesterol yang sangat tinggi terutama otak, hati dan usus.

2.Kandungan Purin

Pada umumnya jeroan juga memiliki kandungan purin yang cukup tinggi, sehingga dapat memicu terjadinya penyakit asam urat gout.Gout yaitu penyakit yang disebabkan tingginya asam urat dalam darah, ditandai dengan pembengkakan sendi-sendi lutut dan jari-jari disertai rasa nyeri yang luar biasa.

3.Bijak Konsumsi Jeroan

Mengingat begitu banyak manfaat jeroan, sebaiknya jeroan tidak dihobikan tetapi konsumsilah secara bijak agar tidak menimbulkan berbagai keluhan, terutama kemungkinan timbulnya penyakit gout, jantung koroner, stroke atau jenis-jenis penyakit degeneratif lain yang berbahaya, batasi frekuensi dan jumlahnya.

http://wssumargo.orapada.com/2012/08/positif-dan-negatif-jeroanoval-meat.html

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: